Soal :
1. Mengapa suatu profesi perlu etika ? Jelaskan pendapat saudara ?
2. Apa yang Anda ketahui tentang IAI ? Jelaskan dengan singkat dan padat.
Jawab :
1. Menurut saya seseorang yang berprofesi apapun harus memiliki etika, karena semua profesi mengandalkan keahlian dan ketrampilan dimana memiliki komitmen pribadi yang mendalam atas pekerjaannya namun itu tidak cukup harus ditambah oleh etika. Karena etika adalah gambaran untuk mengetahui dan memahami cara yang baik atau tidak, jika profesi yang dilakukan menggunakan etika maka akan mendapatkan kepercayaan lebih tinggi dari penglihatan orang lain maupun di mata masyarakat. Karena jika profesi menggunakan etika maka akan melaksanakan pekerjaan secara professional dan mengikuti hukum yang berlaku.
2. IAI ( Ikatan Akuntan Indonesia) adalah organisasi profesi akuntan di Indonesia. Kantor sekretariatnya terletak di Graha Akuntan, Menteng, Jakarta. Pada waktu Indonesia merdeka, hanya ada satu orang akuntan pribumi, yaitu Prof. Dr. Abutari, sedangkan Prof. Soemardjo lulus pendidikan akuntan di negeri Belanda pada tahun 1956.
Akuntan-akuntan Indonesia pertama lulusan dalam negeri adalah Basuki Siddharta, Hendra Darmawan, Tan Tong Djoe, dan Go Tie Siem, mereka lulus pertengahan tahun 1957. Keempat akuntan ini bersama dengan Prof. Soemardjo mengambil prakarsa mendirikan perkumpulan akuntan untuk bangsa Indonesia saja. Alasannya, mereka tidak mungkin menjadi anggota NIVA (Nederlands Institute Van Accountants) atau VAGA (Vereniging Academisch Gevormde Accountants). Mereka menyadari keindonesiaannya dan berpendapat tidak mungkin kedua lembaga itu akan memikirkan perkembangan dan pembinaan akuntan Indonesia.
Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat empat kebutuhan yang harus dipenuhi:
• Kreditabilitas : Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi
• Profesionalisme: Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi.
• Kualitas Jasa : Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi.
• Kepercayaan :Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan
Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:
•Prinsip Etika
•Aturan Etika, dan
•Interpretasi Aturan Etika.
Jumat, 06 Januari 2012
ETIKA PROFESI AKUNTANSI 2
SOAL :
1.Bagaimana pendapat saudara tentang pernyataan kompetisi lambang ketamakan?
2.Berilah contoh penerapan moral dalam dunia bisnis di era pasar bebas saat ini (min.5)?
3.Sebutkan contoh dari situasi benturan kepentingan dlm dunia bisnis (min.4) dari 8 kategori yang ada?
JAWAB :
1. Menurut pendapat saya kompetisi lambing ketamakan adalah sebuah konsep yang mengisyaratkan bahwa mereka yang berhasil adalah yang mahir menghancurkan musuh-musuhnya. Dalam kata lain yang kuat yang bertahan. Para pesaing bisnis menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan yang diinginkan meskipun cara yang dilakukan merugikan pihak lain. Menurut saya konsep tersebut tidak pantas diterapkan dalam dunia bisnis sekarang ini yang persaingannya sangat ketat.
2. Contoh penerapan moral dalam dunia bisnis di era pasar bebas saat ini , yaitu :
1. Jujur dalam bertindak.
2. Adil dalam setiap persaingan dalam dunia bisnis.
3. Tidak melakukan kebohongan dalam kualitas produk.
4. Menjaga tutur kata dalam dunia bisnis.
5. Menggunakan pakaian yang layak untuk mempromosikan barang yang diproduksi.
3. Contoh dari situasi benturan kepentingan dalam dunia bisnis yaitu:
a. Segala penerimaan dari keuntungan , dari seseorang / organisasi / pihak ketiga yang berhubungan dengan perusahaan.
b. Segala posisi dimana karyawan dan pimpinan perusahaan mempunyai pengaruh atau kontrol terhadap evaluasi hasil pekerjaan atau kompensasi dari personal yang masih ada hubungan keluarga.
c. Segala hubungan bisnis atas nama perusahaan dengan personal yang masih ada hubungan keluarga (family), atau dengan perusahaan yang di kontrol oleh personal tersebut.
d. Segala kepentingan pribadi yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan.
1.Bagaimana pendapat saudara tentang pernyataan kompetisi lambang ketamakan?
2.Berilah contoh penerapan moral dalam dunia bisnis di era pasar bebas saat ini (min.5)?
3.Sebutkan contoh dari situasi benturan kepentingan dlm dunia bisnis (min.4) dari 8 kategori yang ada?
JAWAB :
1. Menurut pendapat saya kompetisi lambing ketamakan adalah sebuah konsep yang mengisyaratkan bahwa mereka yang berhasil adalah yang mahir menghancurkan musuh-musuhnya. Dalam kata lain yang kuat yang bertahan. Para pesaing bisnis menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan yang diinginkan meskipun cara yang dilakukan merugikan pihak lain. Menurut saya konsep tersebut tidak pantas diterapkan dalam dunia bisnis sekarang ini yang persaingannya sangat ketat.
2. Contoh penerapan moral dalam dunia bisnis di era pasar bebas saat ini , yaitu :
1. Jujur dalam bertindak.
2. Adil dalam setiap persaingan dalam dunia bisnis.
3. Tidak melakukan kebohongan dalam kualitas produk.
4. Menjaga tutur kata dalam dunia bisnis.
5. Menggunakan pakaian yang layak untuk mempromosikan barang yang diproduksi.
3. Contoh dari situasi benturan kepentingan dalam dunia bisnis yaitu:
a. Segala penerimaan dari keuntungan , dari seseorang / organisasi / pihak ketiga yang berhubungan dengan perusahaan.
b. Segala posisi dimana karyawan dan pimpinan perusahaan mempunyai pengaruh atau kontrol terhadap evaluasi hasil pekerjaan atau kompensasi dari personal yang masih ada hubungan keluarga.
c. Segala hubungan bisnis atas nama perusahaan dengan personal yang masih ada hubungan keluarga (family), atau dengan perusahaan yang di kontrol oleh personal tersebut.
d. Segala kepentingan pribadi yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan.
ETIKA PROFESI AKUNTANSI 1
Soal :
1.Sebutkan teori etika yang saudara ketahui selain teori yang sudah di jelaskan (min 3)?
2.Tuliskanlah contoh etika umum yang berlaku di masyarakat (min 5)?
3.Bagaiman Pendapat saudara tentang paham Hedonisme bila di terapkan di era saat ini?
Jawab:
1. Teori-Teori Etika
1. Etika Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.Tiga prinsip yang harus dipenuhi:
• Supaya suatu tindakan punya nilai moral, tindakan itu harus dijalankan berdasarkan kewajiban.
• Nilai moral dari tindakan itu tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu-berarti kalaupun tujuannya tidak tercapai, tindakan itu sudah di nilai baik.
• Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip itu, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hokum moral universal.
2. Etika Keutamaan
Teori keutamaan (virtue) memandang sikap atau akhlak seseorang. Dalam etika ini terdapat minat khusus untuk teori keutamaan sebagai reaksi atas teori – teori etika sebelumnya yang terlalu berat sebelah dalam mengukur perbuatan dengan prinsip atau norma.
Etika keutamaan adalah memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral. Contoh keutamaan adalah kebijaksanaan, keadilan, suka bekerja keras, dan hidup yang baik.
3. Utilitarisme
Utilitarisme berasal dari kata Latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini, suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi menfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Menurut suatu perumusan terkenal, dalam rangka pemikiran utilitarisme (utilitarianism) criteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan.
Dalam perdebatan antara para etikawan, teori utilitarisme menemui banyak kritik. Keberatan utama yang dikemukakan adalah bahwa utilitarisme tidak berhasil menampung dalam teorinya dua paham etis yang amat penting, yaitu keadilan dan hak. Jika suatu perbuatan membawa manfaat sebesar – besarnya untuk jumlah orang terbesar, maka menurut utilitarisme perbuatan itu harus dianggap baik. Jika mereka mau konsisten, para pendukung utilitarisme mesti mengatakan bahwa dalam hal itu peerbuatannya harus dinilai baik. Jadi, kalau mau konsisten, mereka harus mengorbankan keadilan dan hak kepada manfaat. Namun kesimpulan itu sulit diterima oleh kebanyakan etikawan. Sebagai contoh bisa disebut kewajiban untuk menepati janji. Dasarnya adalah kewajiban dan hak.
Dua macam utilitarisme :
a)Utilitarisme perbuatan (act utilitarianism)
b)Utilitarisme aturan (rule utilitarianism)
2. Contoh etika umum yang berlaku di masyarakat, yaitu :
1. Sopan, ramah tamah, dan bertegur sapa saat bertemu dengan tetangga ataupun orang yang dikenal.
2. Tidak menghina orang lain.
3. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti dilingkungan rumah.
4. Orang yang mencuri barang milik orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya, maka akan diberi sanksi yang tegas,
5. Moral yang baik dalam pergaulan sehari-hari dan dimanapun kita berada.
3. Paham Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia dan menurut saya bila paham tersebut di terapkan pada era saat ini maka maka secara otomatis para penganutnya akan menjauhi segala bentuk tindakan yang hanya akan membuat kesenangan yang diraihnya menghilang. Tetapi sejalan dengan hukum sebab akibat, maka adanya hedonisme tidak mungkin lebih awal dari usaha peraihan kesenangan itu. Persentase dari hasil sikap hedonisme ini lebih banyak mengantarkan penganutnya kepada keduniawian belaka yang mana hanya akan mendapatkan kelelahan atas bentuk mempertahankannya akan tetapi tidak bernilai secara moral. Bahkan jika sikap hedonisme diterapkan sebagai pandangan dalam suatu Negara, maka niscaya Negara tersebut akan mengalami kemunduran dalam hal apapun. Selayaknya kita harus mengadakan perubahan. Yaitu dengan merubah pandangan hedonis menjadi pandangan keilmuan, dan juga membiasakan diri untuk bersikap apa adanya dan menghargai segala bentuk karunia Tuhan yang telah kita dapatkan dengan semangat bersyukur karena semua ini adalah keutamaannya.
1.Sebutkan teori etika yang saudara ketahui selain teori yang sudah di jelaskan (min 3)?
2.Tuliskanlah contoh etika umum yang berlaku di masyarakat (min 5)?
3.Bagaiman Pendapat saudara tentang paham Hedonisme bila di terapkan di era saat ini?
Jawab:
1. Teori-Teori Etika
1. Etika Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.Tiga prinsip yang harus dipenuhi:
• Supaya suatu tindakan punya nilai moral, tindakan itu harus dijalankan berdasarkan kewajiban.
• Nilai moral dari tindakan itu tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu-berarti kalaupun tujuannya tidak tercapai, tindakan itu sudah di nilai baik.
• Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip itu, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hokum moral universal.
2. Etika Keutamaan
Teori keutamaan (virtue) memandang sikap atau akhlak seseorang. Dalam etika ini terdapat minat khusus untuk teori keutamaan sebagai reaksi atas teori – teori etika sebelumnya yang terlalu berat sebelah dalam mengukur perbuatan dengan prinsip atau norma.
Etika keutamaan adalah memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral. Contoh keutamaan adalah kebijaksanaan, keadilan, suka bekerja keras, dan hidup yang baik.
3. Utilitarisme
Utilitarisme berasal dari kata Latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini, suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi menfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Menurut suatu perumusan terkenal, dalam rangka pemikiran utilitarisme (utilitarianism) criteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan.
Dalam perdebatan antara para etikawan, teori utilitarisme menemui banyak kritik. Keberatan utama yang dikemukakan adalah bahwa utilitarisme tidak berhasil menampung dalam teorinya dua paham etis yang amat penting, yaitu keadilan dan hak. Jika suatu perbuatan membawa manfaat sebesar – besarnya untuk jumlah orang terbesar, maka menurut utilitarisme perbuatan itu harus dianggap baik. Jika mereka mau konsisten, para pendukung utilitarisme mesti mengatakan bahwa dalam hal itu peerbuatannya harus dinilai baik. Jadi, kalau mau konsisten, mereka harus mengorbankan keadilan dan hak kepada manfaat. Namun kesimpulan itu sulit diterima oleh kebanyakan etikawan. Sebagai contoh bisa disebut kewajiban untuk menepati janji. Dasarnya adalah kewajiban dan hak.
Dua macam utilitarisme :
a)Utilitarisme perbuatan (act utilitarianism)
b)Utilitarisme aturan (rule utilitarianism)
2. Contoh etika umum yang berlaku di masyarakat, yaitu :
1. Sopan, ramah tamah, dan bertegur sapa saat bertemu dengan tetangga ataupun orang yang dikenal.
2. Tidak menghina orang lain.
3. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti dilingkungan rumah.
4. Orang yang mencuri barang milik orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya, maka akan diberi sanksi yang tegas,
5. Moral yang baik dalam pergaulan sehari-hari dan dimanapun kita berada.
3. Paham Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia dan menurut saya bila paham tersebut di terapkan pada era saat ini maka maka secara otomatis para penganutnya akan menjauhi segala bentuk tindakan yang hanya akan membuat kesenangan yang diraihnya menghilang. Tetapi sejalan dengan hukum sebab akibat, maka adanya hedonisme tidak mungkin lebih awal dari usaha peraihan kesenangan itu. Persentase dari hasil sikap hedonisme ini lebih banyak mengantarkan penganutnya kepada keduniawian belaka yang mana hanya akan mendapatkan kelelahan atas bentuk mempertahankannya akan tetapi tidak bernilai secara moral. Bahkan jika sikap hedonisme diterapkan sebagai pandangan dalam suatu Negara, maka niscaya Negara tersebut akan mengalami kemunduran dalam hal apapun. Selayaknya kita harus mengadakan perubahan. Yaitu dengan merubah pandangan hedonis menjadi pandangan keilmuan, dan juga membiasakan diri untuk bersikap apa adanya dan menghargai segala bentuk karunia Tuhan yang telah kita dapatkan dengan semangat bersyukur karena semua ini adalah keutamaannya.
Rabu, 16 Maret 2011
Sejarah Toefl
Mungkin anda sering mendengar istilah TOEFL tahukah anda apa pengertiannya? Inilah dia penjelasan dan pengertian TOEFL:
Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris (logat Amerika) yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke kolese (college) atau universitas di Amerika Serikat atau negara-negara lain di dunia. Ujian ini sangat diperlukan bagi pendaftar atau pembicara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Ujian TOEFL ini diselenggarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat untuk semua peserta tes di seluruh dunia.
Jenis tes bahasa Inggris TOEFL ini pada umumnya diperlukan untuk persyaratan masuk kuliah pada hampir semua universitas di Amerika Serikat dan Kanada baik untuk program undergraduate (S-1) maupun graduate (S-2 atau S-3). Hasil tes TOEFL ini juga dipakai sebagai bahan pertimbangan mengenai kemampuan bahasa Inggris dari calon mahasiswa yang mendaftar ke universitas di negara lain, termasuk universitas di Eropa dan Australia. Secara umum, tes TOEFL lebih berorientasi kepada American English, dan sedikit berbeda dengan jenis tes IELTS yang berorientasi kepada British English. Tidak seperti tes IELTS, tes TOEFL ini pada umumnya tidak mempunyai bagian individual interview test.
Biasanya tes ini memakan waktu sekitar tiga jam dan diselenggarakan dalam 4 bagian, yaitu bagian:
* listening comprehension,
* grammar structure and written expression,
* reading comprehension, dan bagian
* writing.
Nilai hasil ujian TOEFL berkisar antara: 310 (nilai minimum) sampai 677 (nilai maximum) untuk versi PBT (paper-based test).
Sejak tahun 1998, tes TOEFL ini diadakan secara online dengan menggunakan komputer (Computer-based Testing/CBT), dan sejak tahun 2005 disebut iBT (Internet-based Test). Di tempat-tempat yang belum bisa melaksanakan CBT atau iBT (karena belum ada fasilitas komputer dan jaringan internetnya), ujian TOEFL ini masih tetap diadakan secara manual menggunakan kertas dan potlot (paper-based test atau PBT). Informasi lebih lengkap tentang tes CBT dan paper-based TOEFL berkaitan dengan pendaftaran, lokasi penyelenggaraan, biaya, dan bahan-bahan persiapan tes dapat dilihat di situs resmi TOEFL, http://www.toefl.org (hasil ujian TOEFL versi CBT mempunyai nilai berkisar antara 0 sampai 300, sementara nilai untuk iBT adalah dari 0 sampai 120) [1].
Akhir-akhir ini penyelenggara tes TOEFL juga mengadakan jenis tes TWE (Test of Written English) yang hasil nilainya terpisah dari nilai tes TOEFL. Tes ini memakan waktu selama 30 menit, dan peserta akan diminta untuk menuliskan karangan singkat yang menggambarkan mengenai kemampuan peserta untuk mengekspresikan dan menuangkan suatu gagasan atau ide, serta mendukung gagasan itu dengan contoh-contoh yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan bahasa Inggris yang standar.
Jenis tes TOEFL yang lain adalah TSEP (Test of Spoken English Program) yang mirip dengan bagian individual interview pada tes IELTS. Tes ini biasanya dipakai kalau kita ingin mendaftar sebagai asisten dosen atau asisten laboratorium (sebagai salah satu cara untuk meringankan biaya kuliah) di universias di AS (atau negara lain). Bentuk tesnya diadakan secara lisan dan berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Waktu penyelenggaraan dan batas akhir pendaftarannya sama dengan tes TOEFL yang lain, dan biayanya kira-kira sebesar US$100.
Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris (logat Amerika) yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke kolese (college) atau universitas di Amerika Serikat atau negara-negara lain di dunia. Ujian ini sangat diperlukan bagi pendaftar atau pembicara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Ujian TOEFL ini diselenggarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat untuk semua peserta tes di seluruh dunia.
Jenis tes bahasa Inggris TOEFL ini pada umumnya diperlukan untuk persyaratan masuk kuliah pada hampir semua universitas di Amerika Serikat dan Kanada baik untuk program undergraduate (S-1) maupun graduate (S-2 atau S-3). Hasil tes TOEFL ini juga dipakai sebagai bahan pertimbangan mengenai kemampuan bahasa Inggris dari calon mahasiswa yang mendaftar ke universitas di negara lain, termasuk universitas di Eropa dan Australia. Secara umum, tes TOEFL lebih berorientasi kepada American English, dan sedikit berbeda dengan jenis tes IELTS yang berorientasi kepada British English. Tidak seperti tes IELTS, tes TOEFL ini pada umumnya tidak mempunyai bagian individual interview test.
Biasanya tes ini memakan waktu sekitar tiga jam dan diselenggarakan dalam 4 bagian, yaitu bagian:
* listening comprehension,
* grammar structure and written expression,
* reading comprehension, dan bagian
* writing.
Nilai hasil ujian TOEFL berkisar antara: 310 (nilai minimum) sampai 677 (nilai maximum) untuk versi PBT (paper-based test).
Sejak tahun 1998, tes TOEFL ini diadakan secara online dengan menggunakan komputer (Computer-based Testing/CBT), dan sejak tahun 2005 disebut iBT (Internet-based Test). Di tempat-tempat yang belum bisa melaksanakan CBT atau iBT (karena belum ada fasilitas komputer dan jaringan internetnya), ujian TOEFL ini masih tetap diadakan secara manual menggunakan kertas dan potlot (paper-based test atau PBT). Informasi lebih lengkap tentang tes CBT dan paper-based TOEFL berkaitan dengan pendaftaran, lokasi penyelenggaraan, biaya, dan bahan-bahan persiapan tes dapat dilihat di situs resmi TOEFL, http://www.toefl.org (hasil ujian TOEFL versi CBT mempunyai nilai berkisar antara 0 sampai 300, sementara nilai untuk iBT adalah dari 0 sampai 120) [1].
Akhir-akhir ini penyelenggara tes TOEFL juga mengadakan jenis tes TWE (Test of Written English) yang hasil nilainya terpisah dari nilai tes TOEFL. Tes ini memakan waktu selama 30 menit, dan peserta akan diminta untuk menuliskan karangan singkat yang menggambarkan mengenai kemampuan peserta untuk mengekspresikan dan menuangkan suatu gagasan atau ide, serta mendukung gagasan itu dengan contoh-contoh yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan bahasa Inggris yang standar.
Jenis tes TOEFL yang lain adalah TSEP (Test of Spoken English Program) yang mirip dengan bagian individual interview pada tes IELTS. Tes ini biasanya dipakai kalau kita ingin mendaftar sebagai asisten dosen atau asisten laboratorium (sebagai salah satu cara untuk meringankan biaya kuliah) di universias di AS (atau negara lain). Bentuk tesnya diadakan secara lisan dan berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Waktu penyelenggaraan dan batas akhir pendaftarannya sama dengan tes TOEFL yang lain, dan biayanya kira-kira sebesar US$100.
Senin, 03 Januari 2011
Complain Letter
Complaint Letters
Complaint letters are an effective way of expressing the customer’s/consumer’s dissatisfaction with a product or service. They are better than a verbal complaint as the written word always yields more power than a verbal one. Here are a few tips to help you write an effective Complaint letter:
One of the most important things while writing a complaint letter is that it should reach the right department and the right person. Generally such information is available either on the product itself or the receipt of purchase.
Keep the letters short and simple while stating all the facts clearly. Include the name of the product, the receipt number, the date and place of purchase. It is also important to clearly state why you are not happy with that particular product/service. Be specific while stating the problem and avoid sweeping statements or ambiguity.
The tone of the letter should be polite but firm. It is best to avoid rude and sarcastic statements as these would not get you anywhere. It is best to take a formal and objective approach in the letter rather than play on the emotional quotient.
You can mention how you wish the problem to be rectified. It may be in the form of a refund or a replacement or any other method which you think is most suitable. At this point, it is also good give a time-frame within which you expect the problem to be solved. Be reasonable while setting the time-frame.
If possible, you can include a couple of positive points of the other party, as this would help you to get a better response. It is a good idea to include phrases like “Probably, this is a rare case where you have erred…” or “It is the first time in all the years that I have used your service/product that I have a problem…” Such statements are likely to make a positive impact on the person reading your letter and you can expect a quick reply.
While writing a complaint letter it is important to mention the documents you are including to substantiate your complaint. Just remember to include only copies of the original receipts or any other relevant documents.
Do not forget to include your contact information.
65 Market Street
Val Haven, CT 95135
June 30, 2004
Customer Service
Cool Sports, LLC
8423 Green Terrace Road
Asterville, WA 65435
Dear Sir or Madam:
I have recently ordered a new pair of soccer cleats (item #6542951) from your website on June 21. I received the order on June 26. Unfortunately, when I opened it I saw that the cleats were used. The cleats had dirt all over it and there was a small tear in front of the part where the left toe would go. My order number is AF26168156.
To resolve the problem, I would like you to credit my account for the amount charged for my cleats, I have already went out and bought a new pair of cleats at my local sporting goods store so sending another would result in me having two pairs of the same cleats.
Than you for taking the time to read this letter. I have been a satisfied customer of your company for many years and this is the first time I have encountered a problem. If you need to contact me, you can reach me at (555) 555-5555.
Sincerely,
Signature
Ken Thomas
Complaint letters are an effective way of expressing the customer’s/consumer’s dissatisfaction with a product or service. They are better than a verbal complaint as the written word always yields more power than a verbal one. Here are a few tips to help you write an effective Complaint letter:
One of the most important things while writing a complaint letter is that it should reach the right department and the right person. Generally such information is available either on the product itself or the receipt of purchase.
Keep the letters short and simple while stating all the facts clearly. Include the name of the product, the receipt number, the date and place of purchase. It is also important to clearly state why you are not happy with that particular product/service. Be specific while stating the problem and avoid sweeping statements or ambiguity.
The tone of the letter should be polite but firm. It is best to avoid rude and sarcastic statements as these would not get you anywhere. It is best to take a formal and objective approach in the letter rather than play on the emotional quotient.
You can mention how you wish the problem to be rectified. It may be in the form of a refund or a replacement or any other method which you think is most suitable. At this point, it is also good give a time-frame within which you expect the problem to be solved. Be reasonable while setting the time-frame.
If possible, you can include a couple of positive points of the other party, as this would help you to get a better response. It is a good idea to include phrases like “Probably, this is a rare case where you have erred…” or “It is the first time in all the years that I have used your service/product that I have a problem…” Such statements are likely to make a positive impact on the person reading your letter and you can expect a quick reply.
While writing a complaint letter it is important to mention the documents you are including to substantiate your complaint. Just remember to include only copies of the original receipts or any other relevant documents.
Do not forget to include your contact information.
65 Market Street
Val Haven, CT 95135
June 30, 2004
Customer Service
Cool Sports, LLC
8423 Green Terrace Road
Asterville, WA 65435
Dear Sir or Madam:
I have recently ordered a new pair of soccer cleats (item #6542951) from your website on June 21. I received the order on June 26. Unfortunately, when I opened it I saw that the cleats were used. The cleats had dirt all over it and there was a small tear in front of the part where the left toe would go. My order number is AF26168156.
To resolve the problem, I would like you to credit my account for the amount charged for my cleats, I have already went out and bought a new pair of cleats at my local sporting goods store so sending another would result in me having two pairs of the same cleats.
Than you for taking the time to read this letter. I have been a satisfied customer of your company for many years and this is the first time I have encountered a problem. If you need to contact me, you can reach me at (555) 555-5555.
Sincerely,
Signature
Ken Thomas
Sabtu, 16 Oktober 2010
letter of business
1. Letter of Confidentiality Agreement
CONFIDENTIALITY AGREEMENT
BETWEEN FIRMS
AGREEMENT and acknowledgement between _ (Company), and _
(Undersigned).
Whereas, the Company agrees to furnish the undersigned
certain confidential information relating to the affairs of
the Company for purposes of: (Describe)
_
,and
Whereas, the undersigned agrees to review, examine,
inspect or obtain such information only for the purposes
described above, and to otherwise hold such information
confidential pursuant to the terms of this agreement,
BE IT KNOWN, that the Company has or shall furnish to the
undersigned certain confidential information, as set forth on
attached list, and may further allow the undersigned the right
to inspect the business of the Company and/or interview
employees or representatives of the Company, all on the
following conditions:
1. The undersigned agrees to hold all confidential or
proprietary information or trade secrets
("information") in trust and confidence and agrees
that it shall be used only for the contemplated
purpose, shall not be used for any other purpose or
disclosed to any third party.
2. No copies will be made or retained of any written
information supplied.
3. At the conclusion of our discussions, or upon demand
by the Company, all information, including written
notes, photographs, memoranda, or notes taken by you
shall be returned to us.
4. This information shall not be disclosed to any
employee or consultant unless they agree to execute
and be bound by the terms of this agreement.
5. It is understood that the undersigned shall have no
obligation with respect to any information known by the
undersigned or generally known within the industry
prior to date of this agreement, or becomes common
knowledge within the industry thereafter.
Dated: _
______________________________
______________________________
2. Letter of Customer service Request
CUSTOMER SERVICE REQUEST
DATE______________
CUSTOMER____________________________________________________
ADDRESS_____________________________________________________
_____________________________PHONE___________________
MERCHANDISE PROBLEMS: DELIVERY PROBLEMS:
ORDER NOT FILLED BAD ADDRESS
DEFECTIVE MERCHANDISE CUSTOMER NOT IN
REPAIR PROBLEM DELAYED/LOST IN TRANSIT
WRONG MERCHANDISE SOLD DAMAGED IN TRANSIT
AMOUNT CHARGED IN ERROR MDSE. MISSING IN PACKAGE
CREDIT/REFUND NOT ISSUED OTHER___________________
OTHER___________________ ________________________
REMARKS:
DISPOSITION:
3. Letter of Contract Proposal For Service
Dear
We hereby propose to furnish all materials and perform all
labor necessary for the completion of Davit Installation
of the following specifications:
One No. 1000 lb. galvanized davit installed on seawall
Four-way lifting bridle
Three 2"x8" wood fenders anchored to the wall with 5'
rubber bumper strip on each.
This work is to be performed on Lot_____Blk________Sub.
Div.____ for (name of owner) , Owner, in accordance
with the drawings and specifications submitted for the
above work. The total cost including state tax is (amount)
Payments to be made as follows : the sum of (amount) to
be paid upon the approval of this contract and the balance
of (amount) upon the completion of the work.
Any alteration or deviation from the above specifications
involving extra cost of material or labor will only be
executed upon written orders for same and will become an
extra charge over the sum mentioned in this contract.
All agreements must be made in writing.
Property lines shall be designated by substantial marks, by
owner or his certified engineer. The contractors shall not
be liable, as regards to the completion of the work, for
any delay which may be caused by reason or on account of
any strike of workmanship, any Act of God, unavoidable
accidents, inability to secure materials or to use materials
in the performance of the work by reason of laws or
regulations of the United States of America or the State of
(state) , or any other circumstance beyond their
control, other than the want of funds. No such delay shall
be deemed a default on the part of the contractors, and, in
the event of any such delay, the contractor's time limit for
performance of the work shall be correspondingly extended.
Workmen's Compensation and Public Liability Insurance on the
above work shall be provided by the Contractor.
This Contract shall be deemed null and void if not signed
within thirty days.
Respectfully submitted,
ACCEPTED;
By____________________________
______________________________
OWNER
Date__________________________
4. Letter of goods contract
CONTRACT
THIS AGREEMENT, made and entered into this ___ day of
_________, l98_, by and between ___________________, the
Seller, and ___________________, the Buyer:
1. The seller hereby undertakes to transfer and deliver
to the buyer on or before __________, l98_, the following
described goods:
2. The buyer hereby undertakes to accept the goods and
pay for them in accordance with the terms of the contract.
3. It is agreed that identification shall not be deemed
to have been made until both the buyer and the seller have
agreed that the goods in question are to be appropriated to
the performance of the contract with the buyer.
4. The buyer shall make payment for the goods at the
time when and at the place where the goods are received by
him.
5. Goods shall be deemed received by the buyer when
received by him at .
6. The risk of loss from any casualty to the goods
regardless of the cause thereof shall be on the seller until
the goods have been accepted by the buyer.
7. The seller warrants that the goods are now free and
at the time of delivery shall be free from any security
interest or other lien or encumbrance.
8. The seller further warrants that at the time of
signing this contract he neither knows nor has reason to
know of the existence of any outstanding title or claim of
title hostile to his rights in the goods.
9. The buyer shall have the right to examine the goods
on arrival, and within business days after such delivery
he must give notice to the seller of any claim for damages
on account of the condition, quality, or grade of the
property, and must specify the basis of his claim in detail.
The failure of the buyer to comply with these rules shall
constitute irrevocable acceptance of the goods.
10. Executed in duplicate, one copy of which was
delivered to and retained by the buyer, the day and year
first above written.
/S/..........................
/S/..........................
5. Letter of Aplication For License
APPLICATION FOR LICENSE
I, (name of applicant), do hereby apply for a license to
display the trademark of (association), "(trademark) "
at my place of business located at (address) , in
the City of , State of .
That this application is in accordance with the
regulations of the (trade association).
I am cognizant of the regulations of (trade association)
that govern the display of said trademark and the manner
of conducting business, and I agree to abide by such
regulations at all times.
Dated:_______________ ______________________________
(Signature)
CONFIDENTIALITY AGREEMENT
BETWEEN FIRMS
AGREEMENT and acknowledgement between _ (Company), and _
(Undersigned).
Whereas, the Company agrees to furnish the undersigned
certain confidential information relating to the affairs of
the Company for purposes of: (Describe)
_
,and
Whereas, the undersigned agrees to review, examine,
inspect or obtain such information only for the purposes
described above, and to otherwise hold such information
confidential pursuant to the terms of this agreement,
BE IT KNOWN, that the Company has or shall furnish to the
undersigned certain confidential information, as set forth on
attached list, and may further allow the undersigned the right
to inspect the business of the Company and/or interview
employees or representatives of the Company, all on the
following conditions:
1. The undersigned agrees to hold all confidential or
proprietary information or trade secrets
("information") in trust and confidence and agrees
that it shall be used only for the contemplated
purpose, shall not be used for any other purpose or
disclosed to any third party.
2. No copies will be made or retained of any written
information supplied.
3. At the conclusion of our discussions, or upon demand
by the Company, all information, including written
notes, photographs, memoranda, or notes taken by you
shall be returned to us.
4. This information shall not be disclosed to any
employee or consultant unless they agree to execute
and be bound by the terms of this agreement.
5. It is understood that the undersigned shall have no
obligation with respect to any information known by the
undersigned or generally known within the industry
prior to date of this agreement, or becomes common
knowledge within the industry thereafter.
Dated: _
______________________________
______________________________
2. Letter of Customer service Request
CUSTOMER SERVICE REQUEST
DATE______________
CUSTOMER____________________________________________________
ADDRESS_____________________________________________________
_____________________________PHONE___________________
MERCHANDISE PROBLEMS: DELIVERY PROBLEMS:
ORDER NOT FILLED BAD ADDRESS
DEFECTIVE MERCHANDISE CUSTOMER NOT IN
REPAIR PROBLEM DELAYED/LOST IN TRANSIT
WRONG MERCHANDISE SOLD DAMAGED IN TRANSIT
AMOUNT CHARGED IN ERROR MDSE. MISSING IN PACKAGE
CREDIT/REFUND NOT ISSUED OTHER___________________
OTHER___________________ ________________________
REMARKS:
DISPOSITION:
3. Letter of Contract Proposal For Service
Dear
We hereby propose to furnish all materials and perform all
labor necessary for the completion of Davit Installation
of the following specifications:
One No. 1000 lb. galvanized davit installed on seawall
Four-way lifting bridle
Three 2"x8" wood fenders anchored to the wall with 5'
rubber bumper strip on each.
This work is to be performed on Lot_____Blk________Sub.
Div.____ for (name of owner) , Owner, in accordance
with the drawings and specifications submitted for the
above work. The total cost including state tax is (amount)
Payments to be made as follows : the sum of (amount) to
be paid upon the approval of this contract and the balance
of (amount) upon the completion of the work.
Any alteration or deviation from the above specifications
involving extra cost of material or labor will only be
executed upon written orders for same and will become an
extra charge over the sum mentioned in this contract.
All agreements must be made in writing.
Property lines shall be designated by substantial marks, by
owner or his certified engineer. The contractors shall not
be liable, as regards to the completion of the work, for
any delay which may be caused by reason or on account of
any strike of workmanship, any Act of God, unavoidable
accidents, inability to secure materials or to use materials
in the performance of the work by reason of laws or
regulations of the United States of America or the State of
(state) , or any other circumstance beyond their
control, other than the want of funds. No such delay shall
be deemed a default on the part of the contractors, and, in
the event of any such delay, the contractor's time limit for
performance of the work shall be correspondingly extended.
Workmen's Compensation and Public Liability Insurance on the
above work shall be provided by the Contractor.
This Contract shall be deemed null and void if not signed
within thirty days.
Respectfully submitted,
ACCEPTED;
By____________________________
______________________________
OWNER
Date__________________________
4. Letter of goods contract
CONTRACT
THIS AGREEMENT, made and entered into this ___ day of
_________, l98_, by and between ___________________, the
Seller, and ___________________, the Buyer:
1. The seller hereby undertakes to transfer and deliver
to the buyer on or before __________, l98_, the following
described goods:
2. The buyer hereby undertakes to accept the goods and
pay for them in accordance with the terms of the contract.
3. It is agreed that identification shall not be deemed
to have been made until both the buyer and the seller have
agreed that the goods in question are to be appropriated to
the performance of the contract with the buyer.
4. The buyer shall make payment for the goods at the
time when and at the place where the goods are received by
him.
5. Goods shall be deemed received by the buyer when
received by him at .
6. The risk of loss from any casualty to the goods
regardless of the cause thereof shall be on the seller until
the goods have been accepted by the buyer.
7. The seller warrants that the goods are now free and
at the time of delivery shall be free from any security
interest or other lien or encumbrance.
8. The seller further warrants that at the time of
signing this contract he neither knows nor has reason to
know of the existence of any outstanding title or claim of
title hostile to his rights in the goods.
9. The buyer shall have the right to examine the goods
on arrival, and within business days after such delivery
he must give notice to the seller of any claim for damages
on account of the condition, quality, or grade of the
property, and must specify the basis of his claim in detail.
The failure of the buyer to comply with these rules shall
constitute irrevocable acceptance of the goods.
10. Executed in duplicate, one copy of which was
delivered to and retained by the buyer, the day and year
first above written.
/S/..........................
/S/..........................
5. Letter of Aplication For License
APPLICATION FOR LICENSE
I, (name of applicant), do hereby apply for a license to
display the trademark of (association), "(trademark) "
at my place of business located at (address) , in
the City of , State of .
That this application is in accordance with the
regulations of the (trade association).
I am cognizant of the regulations of (trade association)
that govern the display of said trademark and the manner
of conducting business, and I agree to abide by such
regulations at all times.
Dated:_______________ ______________________________
(Signature)
Kamis, 03 Juni 2010
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Walija mengatakan bahwa daftar pustaka atau bibliografi adalah daftar buku atau sumber acuan lain yang mendasari atau menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan karangan. Unsur-unsur pada daftar pustaka hampir sama dengan catatan kaki. Perbedaannya hanya pada daftar pustaka tiada nomor halaman sedangkan pada catatan kaki ada nomor halaman. Daftar pustaka berada di paling belakang dari tulisan kita.
Unsur-Unsur Daftar Pustaka terdiri dari :
A. Buku sebagai Bahan Referensi
1) Nama pengarang, diurutkan berdasarkan huruf abjad (alfabetis). Jika nama pengarang lebih dari dua penggal nama terakhir didahulukan atau dibalik.
2) Tahun terbit buku, didahulukan tahun yang lebih awal jika buku dikarang oleh penulis yang sama.
3) Judul buku, dimiringkan tulisannya atau digaris bawahi.
4) Data publikasi, penerbit, dan tempat terbit.
5) DAFTAR PUSTAKA ditulis dengan huruf kapital semua dan menempati posisi paling atas pada halaman yang terpisah.
B. Rujukan dari Internet Berupa Artikel dari Jurnal
Nama penulis di tulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti oleh tahun, judul karya (dicetak miring) dengan diberikan keterangan dalam kurung (Online), volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, diantara tanda kurung.
C. Rujukan dari Internet Berupa E-mail Pribadi
Nama pengirim (jika ada) disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti oleh tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan (dicetak miring), nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirim).
D. Cara penulisan Daftar Pustaka
Berisi Daftar Pustaka yang dipakai dalam pembahasan Skripsi. Daftar pustaka harus disusun menurut abjad nama keluarga pengarang.
Halaman ini berisi daftar pustaka yang digunakan dan dirujuk didalam tulisan isi Skripsi. Walaupun digunakan tetapi jika tidak dirujuk tidak boleh ditulis disini. Disamping itu referensi yang sifatnya umum atau hanya melengkapi tidak perlu dicantumkan disini. Contoh buku yang tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka adalah Buku Petunjuk Penulisan Skripsi yang anda baca saat ini, kamus, buku petunjuk bahasa komputer atau periferal tertentu.
Mahasiswa diharuskan mengikuti aturan tata cara penulisan daftar pustaka sebagai berikut:
a. Daftar Pustaka ditulis pada halaman belakang sebelum lampiran. Tulis judul 'DAFTAR PUSTAKA'.
b. Tulis semua butir publikasi dengan urutan abjad nama pengarang dan tahun. Jika terdapat nama pengarang dan tahun yang sama, maka setelah angka tahun beri akhiran a, b, c, dst. Publikasi tanpa nama pengarang ditulis diawal dan diurut berdasarkan tahun dan urutan abjad judul. Rincian referensi dapat diperoleh dari halaman judul atau halaman kulit dalam suatu buku. Jika itu merupakan majalah maka nama majalah dan volume bisa dilihat di halaman judul. Sedangkan nama pengarang dan judul artikel bisa dilihat di halaman awal artikel.
c. Jika acuan berupa buku maka format penulisan sebagai berikut:
Nama_Pengarang. (Thn_Publikasi). Judul_Buku. seri. Penerbit, Kota.
d. Jika acuan berupa artikel di dalam buku, maka format penulisan sebagai berikut
Nama_Pengarang. (Thn_Publikasi). Judul_Artikel dalam Nama_Editor(ed.) Judul_Buku. seri. Penerbit, Kota.
e. Acuan berupa artikel di dalam majalah, format penulisannya
Nama_Pengarang. (Thn_Publikasi). Judul_Artikel. Judul_Majalah, volume (nomor), halaman.
E. Tahun_Publikasi
Tulis di dalam tanda kurung, akhiri dengan tanda titik. Isi dengan angka tahun publikasi. Ada ditemui suatu publikasi yang selalu dicetak ulang walaupun edisinya sama. Untuk kasus ini yang ditulis adalah tahun publikasi pertama kali muncul dan bukan tahun cetak terakhir.
Judul_Buku, Judul_majalah, Judul_Artikel
Judul buku : huruf miring, huruf kecil.
Judul artikel : huruf tegak, huruf kecil.
Judul majalah/jurnal : huruf miring, huruf besar-kecil.
Seri
Merupakan nomor edisi atau nomor jilid.
Volume
Merupakan nomor volume
Nomor
Merupakan nomor urut terbitan di dalam tiap volume majalah atau jurnal umumnya dicirikan dengan nomor terbitan, volume dan tahun.
Halaman
Kalau hanya satu halaman, format: pnn. nn adalah nomor halaman. Kalau lebih dari satu halaman, format:
ppna-ppnb. na: nomor awal. nb: nomor akhir.
Penerbit
Merupakan nama penerbit. Hati-hati, jangan rancu dengan nama pencetak.
Kota
Merupakan kota tempat penerbit. Jika ada lebih dari satu nama, pilih yang pertama tertulis.
d. Jangan menyingkat judul jurnal.
e. Jangan gunakan GELAR akademik pengarang.
Dari penjelasan yang telah saya berikan saya harap para pembaca sekarang dapat lebih memahami apa itu daftar pustaka serta cara penulisannya yang benar sesuai dengan aturan-aturannya.
Walija mengatakan bahwa daftar pustaka atau bibliografi adalah daftar buku atau sumber acuan lain yang mendasari atau menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan karangan. Unsur-unsur pada daftar pustaka hampir sama dengan catatan kaki. Perbedaannya hanya pada daftar pustaka tiada nomor halaman sedangkan pada catatan kaki ada nomor halaman. Daftar pustaka berada di paling belakang dari tulisan kita.
Unsur-Unsur Daftar Pustaka terdiri dari :
A. Buku sebagai Bahan Referensi
1) Nama pengarang, diurutkan berdasarkan huruf abjad (alfabetis). Jika nama pengarang lebih dari dua penggal nama terakhir didahulukan atau dibalik.
2) Tahun terbit buku, didahulukan tahun yang lebih awal jika buku dikarang oleh penulis yang sama.
3) Judul buku, dimiringkan tulisannya atau digaris bawahi.
4) Data publikasi, penerbit, dan tempat terbit.
5) DAFTAR PUSTAKA ditulis dengan huruf kapital semua dan menempati posisi paling atas pada halaman yang terpisah.
B. Rujukan dari Internet Berupa Artikel dari Jurnal
Nama penulis di tulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti oleh tahun, judul karya (dicetak miring) dengan diberikan keterangan dalam kurung (Online), volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, diantara tanda kurung.
C. Rujukan dari Internet Berupa E-mail Pribadi
Nama pengirim (jika ada) disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti oleh tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan (dicetak miring), nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirim).
D. Cara penulisan Daftar Pustaka
Berisi Daftar Pustaka yang dipakai dalam pembahasan Skripsi. Daftar pustaka harus disusun menurut abjad nama keluarga pengarang.
Halaman ini berisi daftar pustaka yang digunakan dan dirujuk didalam tulisan isi Skripsi. Walaupun digunakan tetapi jika tidak dirujuk tidak boleh ditulis disini. Disamping itu referensi yang sifatnya umum atau hanya melengkapi tidak perlu dicantumkan disini. Contoh buku yang tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka adalah Buku Petunjuk Penulisan Skripsi yang anda baca saat ini, kamus, buku petunjuk bahasa komputer atau periferal tertentu.
Mahasiswa diharuskan mengikuti aturan tata cara penulisan daftar pustaka sebagai berikut:
a. Daftar Pustaka ditulis pada halaman belakang sebelum lampiran. Tulis judul 'DAFTAR PUSTAKA'.
b. Tulis semua butir publikasi dengan urutan abjad nama pengarang dan tahun. Jika terdapat nama pengarang dan tahun yang sama, maka setelah angka tahun beri akhiran a, b, c, dst. Publikasi tanpa nama pengarang ditulis diawal dan diurut berdasarkan tahun dan urutan abjad judul. Rincian referensi dapat diperoleh dari halaman judul atau halaman kulit dalam suatu buku. Jika itu merupakan majalah maka nama majalah dan volume bisa dilihat di halaman judul. Sedangkan nama pengarang dan judul artikel bisa dilihat di halaman awal artikel.
c. Jika acuan berupa buku maka format penulisan sebagai berikut:
Nama_Pengarang. (Thn_Publikasi). Judul_Buku. seri. Penerbit, Kota.
d. Jika acuan berupa artikel di dalam buku, maka format penulisan sebagai berikut
Nama_Pengarang. (Thn_Publikasi). Judul_Artikel dalam Nama_Editor(ed.) Judul_Buku. seri. Penerbit, Kota.
e. Acuan berupa artikel di dalam majalah, format penulisannya
Nama_Pengarang. (Thn_Publikasi). Judul_Artikel. Judul_Majalah, volume (nomor), halaman.
E. Tahun_Publikasi
Tulis di dalam tanda kurung, akhiri dengan tanda titik. Isi dengan angka tahun publikasi. Ada ditemui suatu publikasi yang selalu dicetak ulang walaupun edisinya sama. Untuk kasus ini yang ditulis adalah tahun publikasi pertama kali muncul dan bukan tahun cetak terakhir.
Judul_Buku, Judul_majalah, Judul_Artikel
Judul buku : huruf miring, huruf kecil.
Judul artikel : huruf tegak, huruf kecil.
Judul majalah/jurnal : huruf miring, huruf besar-kecil.
Seri
Merupakan nomor edisi atau nomor jilid.
Volume
Merupakan nomor volume
Nomor
Merupakan nomor urut terbitan di dalam tiap volume majalah atau jurnal umumnya dicirikan dengan nomor terbitan, volume dan tahun.
Halaman
Kalau hanya satu halaman, format: pnn. nn adalah nomor halaman. Kalau lebih dari satu halaman, format:
ppna-ppnb. na: nomor awal. nb: nomor akhir.
Penerbit
Merupakan nama penerbit. Hati-hati, jangan rancu dengan nama pencetak.
Kota
Merupakan kota tempat penerbit. Jika ada lebih dari satu nama, pilih yang pertama tertulis.
d. Jangan menyingkat judul jurnal.
e. Jangan gunakan GELAR akademik pengarang.
Dari penjelasan yang telah saya berikan saya harap para pembaca sekarang dapat lebih memahami apa itu daftar pustaka serta cara penulisannya yang benar sesuai dengan aturan-aturannya.
Langganan:
Postingan (Atom)